BAB 1
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Masalah
Pada saat ini banyak bermunculan
penyakit-penyakit yang disebabkan karena keturunan dari orang tuanya.Selain
itu,juga bermunculan sifat-sifat bawaan lainnya yang berasal dari orang
tuanya,baik itu yang bersifat positif ataupun negative.sifat-sifat ini
diturunkan melalui pola pewarisan sifat tertentu.oleh karena itu kami bermaksut
mempelajari ilmu genetika manusia agar dapat mengetahuipola pewarisan tersebut.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan Latar Belakang
diatas,maka secara garis besar terdapat rumusan masa;lah yaitu sebagai berikut:
Ø Apakah
yang dimaksut dengan genetika manusia?
Ø Apa
sajakah penyakit-penyakit bawaan yang dipelajari balam genetika manusia?
Ø Bagaimanakah
pola pewarisan sifat pada
penyakit-penyakit tersebut?
Manfaat
Penulisan
Ø Dapat
mengetahui apa yang dimaksud denagan
genetika manusia
Ø Dapat
mengetahui penyakit-penyakit bawaan yang dipelajari dalam genetika manusia
Ø Dapat
mengetahui pola pewarisan sifat-sifat pada penyakit tersebut
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
HUKUM MENDEL 1
- “Pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi atau pemisahan alel-alel secara bebas, dari diploid menjadi haploid”
- Disebut juga Hukum segregasi atau kaidah pemisahan alel pada waktu pembentukan gamet
HUKUM MENDEL 2
- “Waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas, akan bergabung secara bebas membentuk genotif dengan kombinasi2 alel yang berbeda
- Disebut juga Hukum penggabungan secara bebas (the Mendelian law of independent assortment)
Contoh:
P: Ayah normal heterozigot x Ibu albino
G:
A, a X a, a
F1:
Aa, Aa, aa, aa
P:
Ayah gol darah A homozigot X Ibu golongan darah B heterozigot
G:
A, A X B, O
F1:
AB, AO, AB, AO
B.
PEWARISAN
KETURUNAN
Ø Golongan Darah
a. Golongan
darah system ABO
Golongan darah ini terbagi menjadi 3 alel
ü IA,
IB dan IO
Golongan darah “ A “ memiliki genotype IA IA atau IA IO
Golongan darah “ B “ memiliki genotype IB IB atau IB IO
Golongan darah “ AB “ memiliki genotype IA IB
Golongan darah “ O “ memiliki genotype IO IO
b. Golongan
Darahy system MN
Alel yang mengkode golongan darah system MN adalah
terdiri dari 2 macam yaitu LM dan LN yang mengatur
produksi glikoprotein pada permukaan eritosit. Variasi kedua alel ini
memunculkan 3 macam variasi golongan darah yaitu M,N, dan MN.
Alel
LM dan LN bersifat kodomain
Golongan
darah “ M “ memiliki genotype LM LM, Golongan darah B
memiliki genotype LN LN sedangkan golongan darah MN
memiliki genotype LM LN.
c. Golongan
darah system rhesus
Individu bergolongan darah
rhesus positif (Rh+) bergenotipe
Rh+Rh+ atau Rh+ rh- sehingga
memiliki Rh pada eretrositnya . Individu
bergolongan darah rhesus negative (Rh-) bergenetipe rh-rh-
dan tidak memiliki anti gen Rh pada eritrositnya. Pada system rhesus tidak di
temukan anti bodi dalam plasma darahnya. Akan tetapi individu dengan rhesus
negative dapat membentuk anti bodi ketika di stimulus anti gen Rh.
Ø Pengertian genetika
manusia
Adalah
ilmu yang mempelajari
tentang sifat manusia , memahami
perkembangan penyakit yang efektif, dan memahami genetika manusia
Gen (dari bahasa Belanda:
gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme
hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA
yang menyandi suatu protein,
polipeptida,
atau seuntai RNA
yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen
adalah suatu lokasi
tertentu pada genom
yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi
sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi,
atau peran-peran fungsional lainnya[1][2].
Penggunaan "gen" dalam percakapan sehari-hari (misalnya "gen
cerdas" atau "gen warna rambut") sering kali dimaksudkan untuk alel:
pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. Meskipun ekspresi alel dapat
serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang
secara fenotipik
berbeda. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu proses reproduksi,
bersama-sama dengan DNA yang membawanya. Dengan demikian, informasi yang
menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga.
1
Struktur
gen
- domain regulasi inisiasi transkripsi, yang terdiri antara lain dari:[5] deret GCCACACCC, ATGCAAAT, kotak GC, kotak CCAAT dan kotak TATA.
- intron
- ekson, merupakan area kodikasi protein yang dapat ditranskripsi secara overlapping atau nonoverlapping.[6] Sebagai contoh, pada kode dengan tiga deret nukleotida (kodon triplet) AUU GCU CAG, dapat secara dibaca nonoverlapping sebagai AUU GCU CAG atau dibaca secara overlapping sebagai AUU UUG UGC GCU CUC CAG. Walaupun pada sekitar tahun 1961, telah diketahui bahwa asam amino dikodikasi oleh kodon secara nonoverlapping, telah ditemukan protein berbeda hasil transkripsi dengan pergeseran overlapping kodon.[7]
- domain regulasi akhir transkripsi
Ekspresi gen
Ekspresi gen adalah proses dimana kode-kode informasi yang ada pada gen
diubah menjadi protein-protein yang beroperasi di dalam sel. Ekspresi gen terdiri dari dua tahap:
- Transkripsi, proses pembuatan salinan RNA.
- Translasi, proses sintesis polipeptida yang spesifik di dalam ribosom.
Proses transkripsi DNA menjadi mRNA
dan translasi mRNA menjadi sebuah polipeptida disebut dogma sentral (central dogma). Dogma sentral berlaku pada prokariot dan eukariot. Namun, pada eukariot ada tahap tambahan yang terjadi di
antara transkripsi dan translasi yang disebut tahap pre-mRNA. Tahap pre-mRNA
adalah untuk menyeleksi mRNA yang akan dikirim keluar nukleus untuk ditranslasikan di ribosom. Ekson
merupakan mRNA yang akan dikirim keluar nukleus untuk ditranslasikan, sedangkan
intron merupakan mRNA
yang akan tetap berada di dalam nukleus karena kemungkinan mRNA tersebut akan
membentuk protein yang tidak fungsional (tidak berguna) jika ditranslasikan.
Intron kemudian akan terurai kembali untuk membentuk rantai mRNA baru.
C.
Faktor-faktor
yang menyebabkan pewarisan sifat manusia :
1) Abnormalitas
penyakit genetik dominan , contoh :
·
Jari lebih
(polydactyly)
Memiliki jari kaki atau tangan lebih dari tangan.
Sifat ini di kendalikan oleh gen dominan.
2) Abnormalitas
penyakit genetik resesif , contoh :
·
Albino
Salah satu penyakit turunan yang di sebabkan anak
tersebut mengandung gen albino dari ayah dan ibunya. Kebanyakan orang dengan
albino lahir dari orang tua yang memiliki gangguan dalam hal produksi
melaninnya.
Ciri-cirinya :
a) Ketidakmampuan
membentuk pigmen melanin
b) Diturunkan
resesif
c)
3) Abnormalitas
penyakiot genetic semi dominan, contoh:
·
Talasemia
Merupakan penyakit kelainan darah karena hemoglobin
darah mudah sekali pecah. Penyakit ini merupakan genetic yang di turunkan jika
kedua orangtuanya adalah pembawa sifat atau karier. Akibat kelainan darah ini
membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan tranfusi darah secara teratur
agar hemoglobinnya tetap normal.
Anemia
yang disebabkan eritrosit : kecil (microcytic) lonjong (leptocytic), banyak (polycethemic)
·
Diturunkan
semi dominan
·
Th
Th: anemia berat: Thalasemia major
·
Th
th: anemia ringan: Thalasemia minor
·
th th: normal
1.
kelainan
Kromosom sex Y
kelainan genetika pada kromosom Y
hanya dialami pria contohnya antaralain
·
webbedtoes : memiliki
jari berselaput
·
Hipertrikosis :
memiliki rambut pada bagian tepi telinga
2.
Keelainan
kromosom sex X
Pewarisan sifat pada individu
wanita mirip dengan pewarisan autosom. Kelainan genetka terkait kromosom X
antaralain :
·
Hemophilia
Adalah salah satu penyakit turunan
akibat kekurangan factor pembeku darah. Perintah pembekuan darah ini terdapat
dikromosom X. sehingga penderita hemophilia kebanyakan adalah kaum laki-laki.
Karena itu sebagian besar perempuan sebagai karier saja. Penyakit ini sulit
dicegah karena setiap anak mengandung 1 kromosom sex dari ibu dan 1 kromosom
sex dari ayah, karenanya penyakit ini selalu dimulai sejak anak-anak.
Hemophilia dibagi
menjadi 2 jenis :
a)
hemophilia A, di kenal juga dengan nama :
·
Hemophilia klasik :
karena jenis hemophilia ini adalah yang paling banyak kekurangan factor
pembekuan pada darah .
·
Hemophilia kekurangan
factor VII : terjadi karena kekurangan
factor 8, protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan
darah.
b)
hemophilia
B, di kenal juga dengan nama :
·
Christmas Disease ,
karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama steven Christmas
asal kanada.
·
Hemophilia
kekurangan factor IX,terjadi karena kekurangan factor 9
protein pada darah yang menyebabkan
masalah pada proses pembekuan darah
Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan
dalam 3 tingkatan, yaitu :
|
Buta
Warna
Adalah salah satu
masalah penglihatan karena ketidakmampuan melihat perbedaan antara beberapa
warna. Penyakit ini diwariskan dari mutasi genetic . tapi ada juga yang
disebabkan karena kerusakan mata,syraf atau otak akibat bahan kimia tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Ø //id.wikipedia.org/wiki/Gen
Ø http://biologi.blogsome.com/2009/10/22/gen-dan-kromosom/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar